Jl. Jend. A. Yani (Poros Rappang-Parepare km. 11), Kel. Uluale, Kec. W… IDENع 082345449699 admin@ibrahim.or.id

Radio Islami, Pengingat Waktu Sholat, dan Dzikir Pagi Petang Kini Hadir di SIPANDAI untuk Wali Santri, Guru, dan Pegawai

Kamis, 5 November 2026 26 menit baca 24
Radio Islami, Pengingat Waktu Sholat, dan Dzikir Pagi Petang Kini Hadir di SIPANDAI untuk Wali Santri, Guru, dan Pegawai

"Ananda di pondok setiap hari mengaji dan sholat berjamaah. Bagaimana dengan kami di rumah?" Pertanyaan ini sering kami dengar dari Bapak dan Ibu wali santri, baik saat penjemputan, saat rapat wali, maupun lewat pesan WhatsApp. Ada kerinduan untuk ikut merasakan suasana pesantren, untuk mendengar lantunan Al-Qur'an di rumah, untuk tidak terlambat sholat di tengah kesibukan, dan untuk tetap menjaga dzikir pagi dan petang seperti yang dibiasakan kepada ananda di asrama.

Dari pertanyaan sederhana itulah lahir tiga fitur baru di SIPANDAI, Sistem Informasi Pemantauan Data dan Aktivitas Santri Ibrahim. Mulai sekarang, portal wali santri serta akun guru dan pegawai di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) Ibrahim, pesantren tahfizh putra dan putri di Uluale, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sudah dilengkapi dengan:

  • Radio Islami berisi saluran siaran Islami, kajian, dan murottal Al-Qur'an dari Indonesia dan berbagai negara.
  • Pengingat waktu sholat yang tampil di layar dan dapat muncul sebagai notifikasi HP menjelang dan saat masuk waktu sholat.
  • Dzikir pagi dan petang lengkap dengan teks Arab berharakat, teks Latin, terjemahan, dan penghitung ketuk.

Tulisan ini menjelaskan ketiga fitur tersebut secara lengkap: apa isinya, cara memakainya, siapa yang bisa mengaksesnya, dan mengapa kami menghadirkannya. Kami juga menceritakan sedikit tentang kehidupan santri di PPTQ Ibrahim, bagi Bapak dan Ibu yang sedang mencari pesantren tahfizh untuk putra atau putrinya.

Radio Islami, pengingat waktu sholat, dan dzikir pagi petang di SIPANDAI, portal wali santri pesantren tahfizh PPTQ Ibrahim Sidrap

Tiga fitur ibadah baru di SIPANDAI untuk wali santri, guru, dan pegawai PPTQ Ibrahim.

Apa yang Baru di SIPANDAI Bulan Ini?

Selama ini SIPANDAI dikenal sebagai tempat wali memantau hafalan, sholat berjamaah, kesehatan, kedisiplinan, dan pembayaran ananda dari HP. Guru dan pegawai memakainya untuk mencatat setoran, presensi, jurnal mengajar, dan berbagai administrasi pondok. Semua itu berkaitan dengan ananda dan pekerjaan.

Fitur bulan ini sedikit berbeda arah. Fokusnya bukan lagi semata-mata pada data santri, tetapi pada ibadah pengguna SIPANDAI sendiri: wali di rumah, guru di kelas, dan pegawai di kantor. Kami ingin SIPANDAI tidak hanya menjadi aplikasi yang dibuka untuk melihat laporan, tetapi juga teman yang mengingatkan waktu sholat, menemani dengan murottal, dan membimbing dzikir harian.

Ketiga fitur ini berada di menu Ibadah & Pustaka, bersama Jadwal Sholat dan E-Katalog Buku. Di beranda portal wali, sekarang juga ada ikon Pengingat Sholat, Radio Islami, dan Dzikir Pagi Petang, sehingga cukup satu ketukan untuk membukanya.

Radio Islami dari Berbagai Negara dalam Satu Halaman

Fitur pertama adalah Radio Islami. Di halaman ini Bapak dan Ibu dapat mendengarkan siaran Islami secara langsung dari Indonesia dan mancanegara: radio dakwah dan kajian, siaran murottal Al-Qur'an sepanjang hari, hingga radio Islam dari kawasan Timur Tengah, Asia Tenggara, dan negara-negara lain.

Kami sengaja tidak mencantumkan angka pasti jumlah saluran di tulisan ini, karena jumlahnya memang berubah. Daftar saluran diuji ulang secara berkala, dan hanya saluran yang sedang aktif yang ditampilkan. Ada hari ketika satu stasiun sedang perbaikan, ada pula stasiun baru yang mulai bersiaran. Yang pasti, pilihan yang tersedia cukup banyak untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Tampilan Radio Islami SIPANDAI di HP: saluran murottal Al-Qur'an dan radio dakwah dari Indonesia, Timur Tengah, dan dunia

Halaman Radio Islami di HP. Nama saluran pada gambar adalah data contoh.

Saluran Dikelompokkan agar Mudah Dipilih

Agar tidak bingung di antara banyak pilihan, saluran dikelompokkan dalam beberapa tab:

  • Indonesia: radio dakwah, kajian, dan siaran religi berbahasa Indonesia.
  • Murottal Al-Qur'an: saluran yang khusus menyiarkan bacaan Al-Qur'an, cocok diputar saat bekerja, memasak, atau menjelang tidur.
  • Timur Tengah: siaran dari negara-negara Arab dan sekitarnya, termasuk siaran Al-Qur'an berbahasa Arab.
  • Asia Tenggara: siaran Islami dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei.
  • Dunia: radio Islam dari negara-negara lain, termasuk yang berbahasa Inggris.
  • Favorit: saluran yang Bapak dan Ibu tandai dengan bintang, agar mudah ditemukan lagi.

Di bagian atas juga ada kotak pencarian. Ketik nama saluran atau nama negara, dan daftar langsung tersaring.

Hanya Saluran yang Benar-Benar Aktif yang Ditampilkan

Siapa pun yang pernah mencari radio online tahu masalahnya: banyak tautan yang sudah mati, ada yang hanya berbunyi sebentar lalu berhenti, ada pula yang memunculkan pesan galat. Kami tidak ingin wali dan guru menghabiskan waktu untuk itu.

Karena itu, sebelum ditampilkan, setiap saluran diuji terlebih dahulu oleh server SIPANDAI. Server memeriksa apakah saluran benar-benar tersambung dan mengirimkan suara, bukan sekadar alamatnya masih ada. Saluran yang gagal tidak dimasukkan ke daftar. Pengujian ini diulang secara berkala, kurang lebih setiap dua belas jam.

Lapisan pengaman kedua ada di HP pengguna. Bila sebuah saluran tetap gagal diputar, misalnya karena stasiunnya tiba-tiba berhenti bersiaran, SIPANDAI otomatis menyembunyikan saluran itu dan memberi tahu bahwa saluran tidak dapat diputar. Saluran tersebut juga disembunyikan untuk pengguna lain selama sehari. Dengan cara ini, daftar radio tetap bersih dan siap didengar.

Disaring agar Sesuai dengan Nilai Pondok

Daftar saluran diambil dari direktori radio internet terbuka (radio-browser.info) yang memuat puluhan ribu stasiun dari seluruh dunia. Dari direktori itu, SIPANDAI hanya mengambil saluran yang berkaitan dengan Islam, Al-Qur'an, dan dakwah. Saluran yang bertema agama lain dan saluran hiburan umum disaring keluar.

Meski begitu, kami tetap berpesan dengan jujur: penyaringan otomatis tidak akan pernah sempurna. Isi siaran adalah tanggung jawab masing-masing stasiun. Pilihlah saluran yang isinya sesuai tuntunan, dan bila menemukan saluran yang kurang pantas, sampaikan kepada admin SIPANDAI agar kami tinjau.

Cara Mendengarkan Radio Islami

  1. Buka SIPANDAI dan masuk dengan akun Bapak dan Ibu.
  2. Ketuk ikon Radio Islami di beranda, atau buka menu Ibadah & Pustaka → Radio Islami.
  3. Pilih tab yang diinginkan, misalnya Murottal Al-Qur'an.
  4. Ketuk nama saluran. Pemutar kecil muncul di bagian bawah layar dengan tombol putar/jeda, pengatur volume, dan tombol berhenti.
  5. Ketuk ikon bintang bila ingin menyimpan saluran ke daftar Favorit.

Di banyak HP, saat siaran sedang diputar, nama saluran juga tampil di layar kunci lengkap dengan tombol jeda dan putar. Radio dapat tetap terdengar selama halaman Radio Islami tidak ditutup.

Tips Hemat Kuota

Mendengarkan radio online memakai kuota internet, walaupun tidak sebanyak menonton video. Sebagai gambaran kasar, siaran audio berkualitas sedang biasanya menghabiskan puluhan megabita per jam. Di setiap saluran tercantum angka kbps: makin kecil angkanya, makin hemat kuotanya. Bila sedang memakai paket data terbatas, pilih saluran dengan angka kbps kecil, atau dengarkan radio saat tersambung Wi-Fi.

Pengingat Waktu Sholat: Tidak Terlewat di Tengah Kesibukan

Fitur kedua adalah pengingat waktu sholat. Kita semua pernah mengalaminya: sedang asyik bekerja, sedang di jalan, atau sedang menyelesaikan urusan rumah, lalu tiba-tiba waktu sholat sudah berjalan lama. Pengingat ini dibuat agar hal itu makin jarang terjadi.

Pengingat waktu sholat SIPANDAI: jadwal sholat harian, hitung mundur adzan, dan notifikasi HP untuk wali santri dan guru

Jam sholat berikutnya di bilah atas, pemberitahuan menjelang adzan, dan jadwal harian.

Bentuk Pengingatnya

  • Jam sholat berikutnya di bilah atas. Di setiap halaman SIPANDAI tampil penanda kecil berisi nama dan jam sholat berikutnya, misalnya "Ashar 15.06". Menjelang waktunya, penanda ini menampilkan hitung mundur, misalnya "1 j 30 m lagi".
  • Pemberitahuan menjelang adzan. Beberapa menit sebelum masuk waktu, muncul pemberitahuan di layar. Bawaannya 10 menit sebelumnya, dan dapat diubah menjadi 5, 15, atau 30 menit, atau dimatikan.
  • Pemberitahuan saat masuk waktu. Tepat saat adzan, muncul pemberitahuan bahwa waktu sholat telah tiba, lengkap dengan perkiraan jam iqamah di masjid pondok.
  • Suara lonceng lembut. Pemberitahuan disertai bunyi lonceng singkat yang tidak mengagetkan. Suaranya bisa dimatikan.
  • Notifikasi HP. Bila diizinkan, pemberitahuan juga muncul di bilah notifikasi HP seperti pesan biasa.

Jadwal Dihitung untuk Lokasi Pondok

Jadwal sholat di SIPANDAI dihitung dengan kriteria Kementerian Agama RI (sudut Subuh 20° dan Isya 18°, dengan tambahan waktu kehati-hatian atau ihtiyat) untuk lokasi pondok di Uluale, Watang Pulu, Sidrap. Jadwal ini juga disesuaikan dengan jadwal Masjid Al-Ikhlas Panretanete Uluale, masjid tempat santri sholat berjamaah setiap hari. Jeda antara adzan dan iqamah di masjid pondok sekitar 14 menit, dan pada hari Jumat jadwalnya menyesuaikan lama khutbah.

Ada satu hal yang perlu kami sampaikan dengan jujur. Karena jadwal dihitung untuk lokasi pondok, Bapak dan Ibu yang tinggal di kabupaten atau provinsi lain mungkin mendapati selisih beberapa menit dengan jadwal masjid di sekitar rumah. Untuk daerah yang dekat, seperti sesama kabupaten di Sulawesi Selatan bagian tengah, selisihnya umumnya kecil. Untuk daerah yang jauh, selisihnya bisa lebih besar. Jadikan pengingat ini sebagai pengingat umum, dan tetap ikuti adzan di masjid setempat untuk masuknya waktu sholat di tempat Bapak dan Ibu.

Di sisi lain, jadwal yang mengikuti pondok ini punya keistimewaan sendiri. Saat pengingat berbunyi, Bapak dan Ibu tahu bahwa pada saat yang sama ananda sedang bersiap menuju masjid pondok. Banyak wali merasakan ada kedekatan di situ: berbeda tempat, tetapi bergerak menuju sholat pada waktu yang hampir bersamaan.

Mengatur Pengingat Sesuai Kebutuhan

Pengaturan pengingat ada di halaman Jadwal Sholat, pada kotak Pengingat di HP Ini. Pilihan yang tersedia:

  • Tampilkan atau sembunyikan pengingat saat masuk waktu sholat.
  • Nyalakan atau matikan suara lonceng.
  • Pilih waktu pengingat sebelum adzan: tidak ada, 5, 10, 15, atau 30 menit.
  • Nyalakan notifikasi HP, lalu ketuk Izinkan notifikasi.
  • Ketuk Coba untuk memastikan lonceng dan notifikasi sudah berfungsi.

Pengaturan ini tersimpan di HP masing-masing. Artinya, HP ayah dan HP ibu bisa memakai pengaturan yang berbeda, misalnya ayah memakai pengingat 15 menit sebelum adzan, sementara ibu cukup diingatkan tepat saat adzan.

Di halaman yang sama tersedia pula jadwal sholat sebulan penuh untuk lokasi pondok, dengan hari ini ditandai. Jadwal ini berguna bagi wali yang ingin mengetahui jam kegiatan ananda, misalnya untuk menentukan waktu yang tepat saat menelepon atau menjenguk.

Agar Pengingat Lebih Andal

Pengingat bekerja selama SIPANDAI terbuka, baik di layar maupun berjalan di latar belakang HP. Agar lebih andal, kami menyarankan:

  1. Pasang SIPANDAI di layar utama HP. Di Chrome Android, buka menu titik tiga lalu pilih Instal aplikasi atau Tambahkan ke layar utama. Di iPhone, buka dengan Safari, ketuk tombol Bagikan, lalu pilih Tambah ke Layar Utama. SIPANDAI kemudian bisa dibuka seperti aplikasi biasa.
  2. Izinkan notifikasi saat diminta, agar pengingat tetap terlihat walaupun Bapak dan Ibu sedang membuka aplikasi lain.
  3. Jangan menutup paksa SIPANDAI dari daftar aplikasi terbuka bila ingin pengingat tetap berjalan.
  4. Pada sebagian HP, fitur penghemat baterai dapat menghentikan aplikasi di latar belakang. Bila pengingat sering tidak muncul, periksa pengaturan baterai untuk browser yang dipakai.

Pengingat ini tidak dimaksudkan menggantikan adzan. Ia hanya membantu kita yang sering lupa waktu karena kesibukan.

Dzikir Pagi dan Petang di Genggaman

Fitur ketiga adalah dzikir pagi dan petang. Di pondok, santri dibiasakan membaca dzikir setelah Subuh dan setelah Ashar. Banyak wali ingin ikut menjaga amalan yang sama di rumah, tetapi tidak selalu membawa buku dzikir, atau lupa sudah sampai bacaan keberapa. Halaman dzikir di SIPANDAI dibuat untuk itu.

Dzikir pagi dan petang SIPANDAI dengan teks Arab berharakat, teks Latin, terjemahan, dan penghitung ketuk

Teks Arab berharakat, teks Latin, terjemahan, dan penghitung ketuk dalam satu halaman.

Bacaan yang Tersedia

Halaman ini memuat bacaan dzikir pagi dan petang yang ringkas, diambil dari ayat Al-Qur'an dan hadits yang masyhur, dengan rujukan kitab Hisnul Muslim karya Sa'id bin Ali Al-Qahthani. Di antaranya:

  • Ta'awudz dan Ayat Kursi.
  • Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, masing-masing tiga kali.
  • Doa memasuki pagi dan petang ("Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah" di pagi hari dan "Amsainaa wa amsal mulku lillaah" di petang hari).
  • Sayyidul Istighfar.
  • Doa ridha kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad ﷺ sebagai nabi.
  • Doa memohon keselamatan badan, pendengaran, dan penglihatan.
  • Doa memohon ampunan dan 'afiyah di dunia dan akhirat.
  • "Bismillaahil ladzii laa yadhurru…", "Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huw…", dan "Yaa hayyu yaa qoyyuum…".
  • Doa berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna (khusus petang).
  • Tasbih, tahlil, istighfar (khusus pagi), dan shalawat.

Halaman dzikir otomatis menyesuaikan waktu. Bila dibuka pagi hari, yang tampil adalah dzikir pagi. Bila dibuka siang atau sore, yang tampil adalah dzikir petang. Tentu saja Bapak dan Ibu tetap bisa berpindah melalui tombol Dzikir Pagi dan Dzikir Petang di bagian atas.

Arab, Latin, dan Terjemahan

Setiap bacaan ditampilkan dalam tiga lapis:

  1. Teks Arab berharakat dengan huruf yang jelas dan ukuran yang bisa diperbesar atau diperkecil lewat tombol A− dan A+.
  2. Teks Latin dalam huruf besar, untuk membantu yang belum lancar membaca huruf Arab.
  3. Terjemahan bahasa Indonesia, agar kita memahami apa yang kita ucapkan.

Teks Latin dapat disembunyikan dengan tombol Latin: ON/OFF. Bagi yang sudah lancar membaca Arab, menyembunyikan teks Latin membuat halaman lebih ringkas dan membantu fokus pada bacaan aslinya. Pilihan ini juga tersimpan di HP masing-masing.

Kami ingin jujur soal teks Latin: tulisan Latin hanyalah alat bantu. Ada bunyi huruf Arab yang tidak bisa ditulis dengan tepat memakai huruf Latin. Karena itu, kami menganjurkan Bapak dan Ibu tetap belajar membaca langsung dari teks Arab, sedikit demi sedikit, dan memakai teks Latin sebagai jembatan. Mungkin ananda yang sedang mondok bisa menjadi guru terbaik untuk itu saat pulang libur.

Penghitung Ketuk: Tidak Lagi Lupa Hitungan

Beberapa dzikir dibaca berulang: tiga kali, tujuh kali, sepuluh kali, bahkan seratus kali. Di bawah setiap bacaan ada tombol besar untuk diketuk setiap kali selesai membaca. Angka hitungan bertambah, HP bergetar halus, dan saat hitungan terpenuhi, halaman otomatis bergeser ke bacaan berikutnya.

Di bagian atas tampil kemajuan, misalnya "8 dari 17 bacaan selesai", dengan garis kemajuan berwarna hijau. Hitungan tersimpan untuk hari itu di HP masing-masing. Bila Bapak dan Ibu terputus di tengah jalan karena ada keperluan, hitungan tidak hilang saat halaman dibuka kembali. Esok harinya, hitungan dimulai lagi dari awal.

Teks Ditashih dan Terbuka untuk Koreksi

Teks dzikir di SIPANDAI disusun dengan hati-hati dari rujukan yang masyhur. Meski begitu, kami membuka pintu seluas-luasnya untuk koreksi. Bila Bapak dan Ibu, para asatidz, atau Dewan Pakar menemukan kekeliruan harakat, teks Latin, atau terjemahan, mohon sampaikan kepada admin SIPANDAI. Perbaikan akan kami lakukan secepatnya, dan langsung berlaku bagi semua pengguna.

Mengapa Dzikir, Murottal, dan Sholat Tepat Waktu Penting bagi Keluarga Penghafal Al-Qur'an

Mungkin ada yang bertanya, mengapa sebuah sistem informasi pesantren perlu repot-repot menyediakan radio, pengingat sholat, dan dzikir? Bukankah semua itu bisa dicari di aplikasi lain? Jawabannya ada pada cara kami memandang pendidikan tahfizh.

Menghafal Al-Qur'an bukan perjalanan seorang anak sendirian. Hafalan yang kuat tumbuh di lingkungan yang mencintai Al-Qur'an. Di pondok, lingkungan itu dijaga dengan jadwal, halaqah, dan teladan para musyrif. Ketika ananda pulang ke rumah, lingkungan itu sepenuhnya berada di tangan orang tua. Bila rumah terbiasa mendengar Al-Qur'an, bila orang tua menjaga sholat di awal waktu, dan bila dzikir pagi dan petang menjadi kebiasaan keluarga, maka libur pondok tidak lagi menjadi masa "turun mesin", tetapi kelanjutan dari pembinaan di pondok.

Keutamaan amalan-amalan ini juga sangat besar. Sholat pada waktunya termasuk amalan yang paling dicintai Allah, sebagaimana jawaban Rasulullah ﷺ ketika ditanya tentang amal yang paling dicintai Allah (HR. Bukhari dan Muslim). Tentang Sayyidul Istighfar, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa siapa yang membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum petang, ia termasuk penghuni surga, demikian pula bila dibaca di malam hari (HR. Bukhari). Ayat Kursi yang dibaca di pagi hari menjadi penjagaan hingga petang, dan yang dibaca di petang hari menjadi penjagaan hingga pagi (HR. Al-Hakim). Mendengarkan Al-Qur'an dengan saksama pun diharapkan mendatangkan rahmat, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 204.

Kami juga menyadari kenyataan kehidupan modern. Banyak wali santri bekerja dari pagi hingga sore, sebagian berdagang, bertani, atau merantau. HP adalah benda yang hampir selalu ada di tangan. Daripada HP hanya menjadi sumber kesibukan, kami ingin HP juga menjadi pengingat kebaikan. Karena wali sudah terbiasa membuka SIPANDAI untuk melihat kabar ananda, menempatkan fitur ibadah di tempat yang sama terasa paling alami: satu aplikasi untuk mengetahui kabar anak dan sekaligus menjaga ibadah orang tuanya.

Ada pula alasan kehati-hatian. Banyak aplikasi radio dan dzikir di luar sana menampilkan iklan yang tidak selalu pantas, atau meminta izin akses yang berlebihan ke HP. Fitur di SIPANDAI tidak memuat iklan, tidak meminta izin apa pun selain notifikasi (dan itu pun pilihan), serta dikelola oleh pondok sendiri. Bagi wali yang khawatir dengan isi aplikasi yang dipasang di HP keluarga, ini menjadi pilihan yang lebih tenang.

Siapa yang Bisa Mengakses Fitur Ini?

Siapa yang bisa mengakses Radio Islami, pengingat sholat, dan dzikir pagi petang di SIPANDAI: guru, pegawai, dan wali santri

Ringkasan akses fitur ibadah SIPANDAI.

Ketiga fitur ini hadir untuk seluruh keluarga besar PPTQ Ibrahim. Rinciannya sebagai berikut.

Guru, Pembina, dan Pegawai

Seluruh akun guru, pembina, dan pegawai, termasuk guru MTs, MA, dan RA, TU, bendahara, petugas UKS, dan pimpinan, dapat langsung memakai Radio Islami, pengingat waktu sholat, dan dzikir pagi dan petang. Menunya ada di Ibadah & Pustaka.

Bagi para guru, pengingat sholat sangat membantu di sela jam mengajar dan pekerjaan administrasi. Radio murottal dapat menemani saat menyusun perangkat ajar atau mengoreksi tugas. Dzikir pagi bisa dibaca sebelum jam pertama dimulai.

Wali Santri

Untuk wali santri, ketentuannya sebagai berikut:

  • Pengingat waktu sholat dan jadwal sholat terbuka untuk semua wali, tanpa syarat apa pun.
  • Radio Islami dan dzikir pagi dan petang terbuka sebagai apresiasi bagi wali yang menunaikan IBS (Infaq Bulanan Santri) tepat waktu, yaitu lunas paling lambat tanggal 20 setiap bulan, tanpa tunggakan bulan sebelumnya.

Kami memahami ketentuan ini mungkin menimbulkan pertanyaan, jadi kami jelaskan alasannya secara terbuka. IBS adalah sumber utama operasional pondok: makan santri, honor para guru dan pembina, listrik, air, dan perawatan asrama. Ketika IBS masuk tepat waktu, pondok dapat membayar kewajibannya tepat waktu pula, dan pelayanan kepada ananda berjalan lancar. Radio Islami dan dzikir pagi petang kami hadirkan sebagai bentuk terima kasih kecil kepada wali yang telah membantu kelancaran itu.

Ketentuan ini sama sekali tidak menyangkut pelayanan kepada ananda. Hafalan, kesehatan, pembinaan, dan seluruh laporan tentang ananda tetap dapat dipantau semua wali seperti biasa.

Bagaimana Cara Kerjanya untuk Wali?

  • Bila IBS bulan berjalan sudah lunas paling lambat tanggal 20 dan tidak ada tunggakan, Radio Islami dan dzikir langsung terbuka.
  • Bila belum membayar dan belum tanggal 20, halaman menampilkan gembok dan pesan bahwa fitur akan terbuka setelah IBS bulan itu dilunasi paling lambat tanggal 20.
  • Bila bukti transfer sedang diverifikasi oleh TU, fitur terbuka otomatis setelah pembayaran dinyatakan lunas.
  • Bila dibayar setelah tanggal 20, fitur terbuka kembali mulai bulan berikutnya, asalkan IBS bulan itu dibayar tepat waktu.
  • Santri yang dibebaskan dari IBS (misalnya karena beasiswa) tetap mendapatkan akses penuh.

Di beranda portal wali, ikon Radio Islami dan Dzikir Pagi Petang bergambar gembok bila belum terbuka, dan berubah menjadi ikon biasa setelah terbuka. Di halaman yang terkunci selalu ada tombol Lihat / bayar IBS yang mengarah ke halaman pembayaran.

Manfaat untuk Wali, Santri, Guru, dan Pondok

Untuk Wali Santri

  • Ikut merasakan suasana pondok di rumah. Murottal yang mengalun di rumah mengingatkan pada hafalan yang sedang diperjuangkan ananda.
  • Sholat lebih tepat waktu. Pengingat yang lembut namun konsisten membantu membangun kebiasaan.
  • Dzikir menjadi rutinitas. Penghitung ketuk dan kemajuan harian membuat dzikir pagi dan petang lebih mudah dijaga.
  • Menjadi teladan bagi ananda. Saat ananda pulang libur dan melihat orang tuanya juga menjaga dzikir dan sholat tepat waktu, nasihat pondok menjadi semakin kuat.

Untuk Santri

Santri tidak memakai HP selama di asrama, sesuai aturan pondok. Namun santri merasakan manfaatnya secara tidak langsung. Pembiasaan yang ditanamkan di pondok tidak terputus saat libur, karena di rumah suasananya serupa: orang tua juga menjaga waktu sholat, membaca dzikir, dan mendengarkan Al-Qur'an. Konsistensi antara pondok dan rumah adalah salah satu kunci keberhasilan pendidikan karakter.

Untuk Guru, Pembina, dan Pegawai

  • Pengingat sholat menjaga agar kesibukan mengajar dan administrasi tidak menggeser sholat di awal waktu.
  • Murottal dan kajian bisa menjadi teman kerja yang menenangkan.
  • Dzikir pagi sebelum mengajar memberi bekal ketenangan menghadapi hari.
  • Guru yang menjaga ibadahnya akan lebih mudah menjadi teladan di depan santri.

Untuk Pondok dan Yayasan

Bagi pondok, fitur ini adalah bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang utuh, di mana santri, orang tua, guru, dan pegawai bergerak dengan nilai yang sama. Apresiasi bagi wali yang tertib membayar IBS juga diharapkan membantu kelancaran operasional pondok, sehingga pelayanan kepada santri dapat terus ditingkatkan.

Cara Memulai dalam Empat Langkah

Cara memakai Radio Islami, pengingat waktu sholat, dan dzikir pagi petang di portal wali SIPANDAI dalam empat langkah

Empat langkah memulai fitur ibadah di SIPANDAI.

  1. Masuk ke SIPANDAI. Wali masuk dengan NISN ananda, nomor HP wali, atau username buatan sendiri. Guru dan pegawai masuk dengan akun masing-masing. Lupa password? Hubungi admin pondok, dan ingat, jangan pernah memberikan password kepada siapa pun.
  2. Aktifkan pengingat sholat. Buka Jadwal Sholat, atur pengingat sesuai kebutuhan, ketuk Izinkan notifikasi, lalu ketuk Coba.
  3. Pilih saluran radio favorit. Buka Radio Islami, jelajahi tab, putar beberapa saluran, lalu tandai yang disukai dengan bintang.
  4. Jadwalkan dzikir. Setelah sholat Subuh dan Ashar, buka Dzikir Pagi & Petang dan baca bacaannya satu per satu sambil mengetuk penghitung.

Sehari bersama SIPANDAI: Sebuah Ilustrasi

Agar lebih terbayang, berikut ilustrasi satu hari seorang wali. Nama dan keadaannya fiktif, tetapi alurnya menggambarkan cara fitur ini dipakai.

Ibu Fatimah adalah wali dari Ahmad Fathan, santri kelas VII di PPTQ Ibrahim. Ia bekerja sebagai pegawai di sebuah kantor di kota. Pukul 04.20, HP-nya menampilkan pemberitahuan bahwa sepuluh menit lagi masuk waktu Subuh. Ia bangun, berwudhu, lalu sholat. Saat itu, di Uluale, ananda juga sedang berbaris menuju masjid pondok.

Setelah Subuh, Ibu Fatimah membuka halaman dzikir pagi. Teks Latin masih ia nyalakan, karena ia sedang belajar membaca Arab dengan lebih lancar. Ia mengetuk penghitung setiap selesai membaca. Di tengah bacaan, anaknya yang bungsu memanggil. Ia meletakkan HP, dan saat kembali, hitungannya masih ada di tempat yang sama.

Di kantor, ia memutar saluran murottal dengan volume pelan menggunakan earphone saat mengerjakan laporan. Menjelang Dzuhur, lonceng lembut berbunyi. Ia menyelesaikan kalimat terakhir laporannya, lalu berangkat ke musholla kantor.

Sore harinya, di perjalanan pulang, ia sempat membuka portal wali untuk melihat setoran hafalan Fathan hari itu, lalu tersenyum melihat catatan "lancar" dari musyrif. Setelah Ashar, ia membaca dzikir petang. Malamnya, ia menelepon Fathan pada jam yang sudah ia ketahui dari jadwal kegiatan pondok, dan bercerita bahwa ia juga mulai rutin membaca Ayat Kursi setiap pagi dan petang, seperti yang dilakukan Fathan di pondok.

Ilustrasi ini sederhana, tetapi di situlah tujuan kami: SIPANDAI bukan hanya jendela untuk melihat ananda, tetapi juga jembatan agar rumah dan pondok berjalan seirama.

Adab Mendengarkan Radio dan Berdzikir

Fitur yang baik akan lebih berkah bila dipakai dengan adab yang baik. Beberapa pengingat untuk kita semua:

  • Dengarkan Al-Qur'an dengan perhatian. Allah berfirman agar kita mendengarkan dan memperhatikan saat Al-Qur'an dibacakan (QS. Al-A'raf: 204). Bila sedang sangat sibuk, lebih baik pilih siaran kajian, atau kecilkan volume, daripada memperlakukan murottal sekadar sebagai suara latar.
  • Jaga volume. Hormati tetangga, rekan kerja, dan orang yang sedang beristirahat. Gunakan earphone di tempat umum.
  • Dengarkan dari sumber yang terpercaya. Untuk kajian, utamakan penceramah yang ilmunya jelas dan menyejukkan.
  • Dzikir bukan lomba hitungan. Penghitung hanya alat bantu. Yang utama adalah kehadiran hati dan pemahaman makna.
  • Pengingat bukan pengganti niat. Lonceng hanya mengingatkan. Yang menggerakkan kaki ke tempat sholat tetaplah niat dan kesungguhan kita.

Di Balik Layar: Dikembangkan dari Dalam Pondok

Seperti fitur-fitur SIPANDAI lainnya, Radio Islami, pengingat waktu sholat, dan dzikir pagi petang tidak dibeli jadi dari pihak luar. SIPANDAI dirancang dan dikembangkan oleh Muh. Ikhsan, Ketua Yayasan Ibrahim La Useng, yang juga aktif di bidang pendidikan dan teknologi. Karena dikembangkan dari dalam yayasan sendiri, usulan dari wali, guru, dan pembina dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Fitur bulan ini pun lahir dari percakapan dengan wali dan guru. Ada wali yang ingin mendengar murottal tanpa harus mencari-cari aplikasi lain. Ada guru yang ingin diingatkan waktu sholat di sela jam mengajar. Ada pula yang ingin dzikir pagi dan petang tersedia lengkap dengan teks Latin dan terjemahan. Semua masukan itu kami rangkum menjadi tiga fitur yang Bapak dan Ibu baca sekarang.

Kami juga memperhatikan privasi. Pengaturan pengingat, saluran favorit, ukuran huruf dzikir, dan hitungan dzikir disimpan di HP masing-masing, bukan dikirim ke server. Pondok tidak mencatat saluran apa yang Bapak dan Ibu dengarkan atau berapa kali Bapak dan Ibu berdzikir. Yang dicatat server hanyalah daftar saluran yang gagal diputar, agar saluran itu bisa disembunyikan untuk semua pengguna.

Mencari Pesantren Tahfizh Terbaik di Sidrap atau Sulawesi Selatan? Mulailah dari Pertanyaan yang Tepat

Bagi Bapak dan Ibu yang membaca tulisan ini karena sedang mencari pesantren untuk putra atau putri, kami ingin berbagi beberapa pertanyaan yang menurut kami penting diajukan, ke pesantren mana pun Bapak dan Ibu bertanya. Kata "terbaik" bisa berarti banyak hal. Pesantren yang terbaik untuk satu anak belum tentu terbaik untuk anak lain. Karena itu, mulailah dari pertanyaan yang tepat:

  1. Bagaimana program tahfizhnya diukur? Apakah ada target hafalan yang jelas, catatan setoran harian, dan ujian yang menguji kualitas hafalan, bukan hanya jumlah?
  2. Bagaimana pembinaan ibadah sehari-hari? Apakah sholat berjamaah santri dipantau, dan bagaimana dzikir serta adab dibiasakan?
  3. Bagaimana orang tua diberi kabar? Apakah wali bisa mengetahui perkembangan anak secara rutin, atau hanya saat pembagian rapor?
  4. Apakah ada pendidikan formal yang diakui? Apakah santri mendapat ijazah madrasah yang sah untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya?
  5. Bagaimana kesehatan dan keamanan santri dijaga? Apakah ada layanan kesehatan, aturan perizinan yang jelas, dan pembina asrama yang mendampingi?
  6. Bagaimana kedisiplinan ditegakkan? Apakah aturannya tertulis, adil, dan diketahui orang tua?
  7. Berapa biayanya, dan apa saja yang sudah termasuk? Apakah rinciannya transparan sejak awal?

Pertanyaan-pertanyaan ini kami ajukan juga kepada diri kami sendiri. Di PPTQ Ibrahim, jawaban atas pertanyaan tersebut dapat Bapak dan Ibu lihat langsung, bukan hanya dari brosur, tetapi dari portal wali yang dipakai setiap hari oleh wali santri kami.

Mengapa Orang Tua Memilih PPTQ Ibrahim

  • Program tahfizh terukur: mutaba'ah harian, target hafalan, dan ujian tasmi' 10 juz sekali duduk bersama Dewan Pakar.
  • Sholat berjamaah terpantau: kehadiran sholat berjamaah santri tercatat dengan kartu santri ber-QR di pintu masjid.
  • Orang tua selalu terhubung: portal wali SIPANDAI untuk memantau hafalan, kedisiplinan, kesehatan, dan pembayaran dari HP, kini dilengkapi Radio Islami, pengingat sholat, dan dzikir pagi petang.
  • Pendidikan formal terpadu: RA, MTs, dan MA Ibrahim dalam satu yayasan, berjalan seiring dengan program tahfizh.
  • Pembinaan asrama 24 jam: santri dibina musyrif dan musyrifah, didukung layanan kesehatan (UKS) dan koperasi.
  • Sertifikat terverifikasi: sertifikat hafalan per juz dan syahadah mutqin dengan QR yang dapat dicek keasliannya.

Pesantren Tahfizh Putra dan Putri dengan Madrasah Formal

PPTQ Ibrahim menerima santri putra dan putri dengan asrama terpisah, dalam dua jalur pendidikan:

  • Tahfizh + Madrasah Tsanawiyah (MTs), setingkat SMP.
  • Tahfizh + Madrasah Aliyah (MA), setingkat SMA.

Santri yang menyelesaikan pendidikan tiga tahun mendapatkan ijazah dari pondok pesantren dan madrasah. Pondok berada di Jl. Jend. A. Yani (Poros Rappang–Parepare km 11), Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Lokasinya mudah dijangkau dari Rappang, Pangkajene Sidenreng, maupun Parepare, sehingga cukup dekat bagi wali dari Sidrap, Parepare, Pinrang, Enrekang, Wajo, Soppeng, Barru, dan kabupaten lain di Sulawesi Selatan.

Seperti Apa Kehidupan Santri di PPTQ Ibrahim?

Hari santri dimulai sebelum Subuh. Setelah sholat Subuh berjamaah dan dzikir pagi, santri menyetor hafalan dalam halaqah tahfizh bersama musyrif atau musyrifahnya. Pagi hingga siang, santri belajar di madrasah sesuai jenjangnya. Sore dan malam diisi dengan murojaah, kajian, kegiatan ekstrakurikuler, dan istirahat yang cukup.

Setiap setoran hafalan dicatat di SIPANDAI. Kehadiran sholat berjamaah tercatat lewat pemindaian kartu santri di pintu masjid. Kesehatan santri didampingi petugas UKS, dan kedisiplinan dibina melalui aturan tertulis yang diketahui wali. Semua catatan itu dapat dibaca wali dari HP, kini ditemani fitur ibadah yang membuat rumah dan pondok semakin dekat.

Biaya Masuk Pesantren di PPTQ Ibrahim

Informasi berikut berlaku saat tulisan ini dibuat. Rincian terbaru selalu tersedia di halaman Pendaftaran.

  • Gratis biaya pendaftaran.
  • Kuota tahun ajaran 2027/2028: 150 santri (75 putra dan 75 putri).
  • Gelombang 1: 1 September 2026 – 30 Juli 2027. Gelombang 2: 1–31 Agustus 2027.
  • Biaya awal masuk: infaq pembangunan Rp 7.500.000 dan seragam 3 jenis + atribut Rp 1.000.000 (total Rp 8.500.000).
  • Biaya bulanan (IBS): Rp 850.000 untuk santri baru dan Rp 800.000 untuk santri pindahan, sudah termasuk makan santri.
  • Gratis sarana tidur: tempat tidur, kasur, bantal, guling, sprei, dan lemari.
  • Bonus santri baru: gratis laundry cuci lipat 150 kg.
  • Alumni MTs Ibrahim yang melanjutkan ke MA Ibrahim tidak dikenakan lagi infaq pembangunan, cukup membayar seragam dan IBS.

Setiap santri yang diterima langsung memiliki akun portal wali sejak hari pertama mondok, termasuk pengingat waktu sholat. Radio Islami dan dzikir pagi petang terbuka bagi wali yang menunaikan IBS paling lambat tanggal 20 setiap bulan.

Tips untuk Orang Tua: Memanfaatkan Fitur Ibadah dengan Bijak

  • Mulai dari yang kecil. Tidak perlu langsung membaca semua dzikir. Mulailah dari Ayat Kursi dan tiga surat terakhir, lalu tambah sedikit demi sedikit.
  • Libatkan seluruh keluarga. Putar murottal di rumah saat santai bersama, dan ajak adik-adik ananda ikut berdzikir.
  • Ceritakan kepada ananda. Saat menelepon, ceritakan bahwa Bapak dan Ibu juga menjaga dzikir dan sholat tepat waktu. Anak akan merasa didukung, bukan hanya diawasi.
  • Gunakan pengingat, jangan bergantung padanya. Jadikan pengingat sebagai bantuan, sambil membangun kebiasaan bersiap sebelum adzan.
  • Tunaikan IBS sebelum tanggal 20. Selain membuka Radio Islami dan dzikir, ketepatan waktu ini sangat membantu kelancaran pelayanan pondok kepada ananda.
  • Jaga keamanan akun. Jangan memberikan password kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku dari pondok. Petugas pondok tidak pernah meminta password wali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah fitur ini berbayar?

Tidak. Radio Islami, pengingat waktu sholat, dan dzikir pagi petang adalah bagian dari SIPANDAI tanpa biaya tambahan. Untuk wali, Radio Islami dan dzikir terbuka sebagai apresiasi bagi yang menunaikan IBS paling lambat tanggal 20 tanpa tunggakan.

Mengapa Radio Islami saya bergambar gembok?

Kemungkinan IBS bulan ini belum lunas, dibayar setelah tanggal 20, masih menunggu verifikasi TU, atau masih ada tunggakan bulan sebelumnya. Alasan pastinya tertulis di halaman Radio Islami. Ketuk Lihat / bayar IBS untuk melihat status pembayaran.

Saya sudah transfer sebelum tanggal 20, tetapi fitur belum terbuka. Mengapa?

Bukti transfer perlu diverifikasi oleh TU atau bendahara terlebih dahulu. Setelah dinyatakan lunas dengan tanggal bayar paling lambat tanggal 20, fitur terbuka otomatis. Bila setelah satu atau dua hari kerja belum juga terbuka, hubungi bagian TU pondok.

Apakah pengingat sholat tetap berbunyi saat HP terkunci?

Bila notifikasi diizinkan dan SIPANDAI tidak ditutup paksa, notifikasi dapat muncul di bilah notifikasi HP. Perilaku tiap HP berbeda-beda, terutama karena pengaturan penghemat baterai. Agar lebih andal, pasang SIPANDAI di layar utama HP dan izinkan notifikasi.

Saya tinggal di luar Sidrap. Apakah jadwalnya sesuai dengan daerah saya?

Jadwal dihitung untuk lokasi pondok di Uluale, Sidrap. Di daerah lain bisa ada selisih beberapa menit, tergantung jaraknya. Ikuti adzan di masjid setempat untuk masuknya waktu sholat di daerah Bapak dan Ibu.

Berapa kuota yang dipakai untuk mendengarkan radio?

Tergantung kualitas siaran. Lihat angka kbps di setiap saluran: makin kecil angkanya, makin hemat. Untuk penggunaan lama, sebaiknya dengarkan saat tersambung Wi-Fi.

Apakah santri bisa mendengarkan Radio Islami di asrama?

Fitur ini ditujukan untuk wali, guru, dan pegawai. Sesuai aturan pondok, santri tidak membawa HP di asrama. Di pondok, santri mendengar dan membaca Al-Qur'an langsung bersama musyrif dan teman-temannya.

Bagaimana bila saya menemukan kesalahan pada teks dzikir?

Sampaikan kepada admin SIPANDAI melalui menu Masukan & Saran di portal wali, atau melalui pembina dan guru. Kami akan memeriksa dan memperbaikinya secepatnya.

Tahfidz atau tahfizh, mana yang benar?

Keduanya merujuk pada kata Arab yang sama, tahfīzh, yang berarti menghafalkan. Huruf ظ (zha) lebih dekat ditulis "zh", sehingga "tahfizh" lebih sesuai dengan pedoman transliterasi Arab-Latin. Namun "tahfidz" juga sangat umum dipakai di Indonesia. Karena itu, pencarian "pesantren tahfidz", "pondok tahfidz Quran", maupun "pesantren tahfizh" merujuk pada jenis pesantren yang sama.

Bagaimana cara mendaftarkan ananda ke PPTQ Ibrahim?

Kunjungi halaman Pendaftaran untuk mengisi formulir dan melihat rincian terbaru, atau hubungi panitia penerimaan santri baru melalui telepon/WhatsApp 0823 4544 9699.

Penutup: Rumah dan Pondok Bergerak Seirama

Pendidikan seorang santri tidak hanya berlangsung di dalam pagar pondok. Ia juga berlangsung di rumah, dalam percakapan di telepon, dan dalam teladan yang dilihat ananda dari orang tuanya. Dengan Radio Islami, pengingat waktu sholat, serta dzikir pagi dan petang, kami berharap SIPANDAI dapat menjadi jembatan kecil yang membuat suasana pondok ikut hadir di rumah Bapak dan Ibu, dan di meja kerja para guru serta pegawai kami.

Kami menyadari fitur ini masih bisa disempurnakan. Masukan Bapak dan Ibu sangat kami harapkan agar SIPANDAI terus tumbuh mengikuti kebutuhan nyata keluarga besar PPTQ Ibrahim. Semoga Allah menerima ibadah kita semua, menjaga ananda dalam hafalan dan akhlaknya, serta menjadikan rumah dan pondok sebagai tempat yang sama-sama dipenuhi Al-Qur'an.

Bagi Bapak dan Ibu yang ingin bergabung bersama keluarga besar PPTQ Ibrahim, pendaftaran santri baru tahun ajaran 2027/2028 sudah dibuka dan gratis biaya pendaftaran. Kunjungi halaman Pendaftaran atau hubungi kami melalui WhatsApp 0823 4544 9699.

Baca Juga