Bismillahirrahmanirrahim. Yayasan Ibrahim La Useng dengan penuh rasa syukur mengumumkan hadirnya SUCI — Sistem Ujian Cerdas Ibrahim, aplikasi ujian berbasis HP dan komputer milik yayasan sendiri. Pada tahun pelajaran 2026/2027 ini, SUCI digunakan secara bertahap untuk ujian di MTs Ibrahim, MA Ibrahim, dan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) Ibrahim: mulai dari ulangan harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, hingga ujian pondok dan ujian diniyah.
SUCI dapat dibuka di alamat ujian.ibrahim.or.id. Tulisan ini menjelaskan secara lengkap apa itu SUCI, mengapa kami membangunnya, bagaimana cara kerjanya bagi siswa, santri, guru, dan pengawas, serta nilai-nilai yang ingin kami tanamkan melalui setiap ujian. Kami berharap para orang tua dan wali santri, para asatidz, serta masyarakat luas dapat memahami langkah baru ini dan ikut mendukungnya.
Mengapa Kami Membangun SUCI
Selama beberapa tahun terakhir, madrasah kami telah menggunakan ujian berbasis komputer (CBT). Cara ini terbukti membantu: kertas soal berkurang, nilai keluar lebih cepat, dan guru tidak lagi menghabiskan malam untuk mengoreksi ratusan lembar jawaban pilihan ganda. Namun selama ini, aplikasi yang kami pakai adalah layanan milik pihak luar yang disewa setiap tahun.
Dengan berjalannya waktu, kami merasakan beberapa keterbatasan. Pertama, biaya sewa terus berulang, padahal dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan pendidikan lain. Kedua, data ujian dan nilai siswa tersimpan di server pihak lain, sehingga yayasan tidak sepenuhnya memegang kendali atas data anak-anak kita sendiri. Ketiga, aplikasi umum tidak selalu sesuai dengan kebutuhan pesantren: soal berbahasa Arab yang ditulis dari kanan ke kiri, ujian halaqah tahfizh, santri yang sekaligus menjadi siswa madrasah, serta istilah dan kebiasaan yang khas di lingkungan pondok.
Dari kebutuhan itulah SUCI lahir. SUCI dibangun khusus untuk keluarga besar Yayasan Ibrahim La Useng, dipasang di server milik yayasan, dan dirancang agar guru yang sudah terbiasa dengan aplikasi CBT sebelumnya tidak perlu belajar dari nol. Alur dan istilahnya dibuat akrab, tetapi tampilan, fitur, dan cara kerjanya disesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri.
Halaman masuk SUCI di komputer atau laptop. Di HP, yang tampil hanya formulir masuk agar ringan dan mudah digunakan.
Makna Nama dan Motto SUCI
Nama SUCI adalah singkatan dari Sistem Ujian Cerdas Ibrahim. Namun lebih dari sekadar singkatan, kata "suci" dalam bahasa Indonesia berarti bersih, murni, dan tidak bernoda. Kami sengaja memilih nama ini sebagai pengingat bahwa ujian sejatinya adalah ajang kejujuran. Nilai yang tinggi tidak ada artinya bila diperoleh dengan cara yang curang, sedangkan nilai yang sederhana tetapi jujur jauh lebih berharga di sisi Allah dan lebih bermanfaat bagi masa depan anak.
Karena itu, SUCI membawa motto "Jujur dalam ujian, bersih dalam hati." Motto ini tampil di halaman masuk aplikasi, sehingga setiap kali siswa dan santri hendak mengerjakan ujian, mereka diingatkan kembali tentang amanah yang sedang mereka pikul.
Pesan ini sejalan dengan perintah Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)." (QS. At-Taubah: 119)
Rasulullah ﷺ juga memberi peringatan yang tegas terhadap kecurangan:
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
"Barang siapa yang menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami." (HR. Muslim)
Teknologi tidak dapat menggantikan iman dan akhlak. Namun teknologi dapat membantu menjaga suasana ujian agar tetap tertib, adil, dan bersih. Itulah peran yang ingin dijalankan SUCI: mendampingi pendidikan akhlak yang selama ini diajarkan para asatidz di kelas dan di halaqah.
Satu Aplikasi untuk Tiga Lembaga
Di lingkungan Yayasan Ibrahim La Useng, banyak santri yang sekaligus menjadi siswa MTs atau MA. Pagi hari mereka belajar di madrasah, sementara di waktu lain mereka menyetor hafalan di halaqah tahfizh. SUCI dirancang dengan memperhatikan kenyataan ini.
Setiap lembaga, yaitu PPTQ Ibrahim, MA Ibrahim, dan MTs Ibrahim, memiliki logo, warna, dan sebutannya sendiri di dalam SUCI. Pondok, misalnya, memakai sebutan "santri" dan "pembina", sedangkan madrasah memakai sebutan "siswa" dan "guru". Seorang santri yang juga siswa MTs cukup memiliki satu akun saja. Dengan akun tersebut, ia dapat mengikuti ujian madrasah di kelasnya dan ujian pondok di halaqahnya, tanpa perlu mengingat banyak username dan password.
Bagi guru dan pembina, setiap ujian dibuat di lembaga masing-masing. Guru MTs hanya mengelola ujian MTs yang menjadi tanggung jawabnya, pembina halaqah mengelola ujian pondok, dan admin dapat melihat keseluruhan. Pembagian ini membuat pengelolaan rapi dan setiap orang fokus pada tugasnya.
Keunggulan Utama SUCI
1. Tetap Berjalan Tanpa Internet Saat Ujian
Inilah keunggulan yang paling kami perhatikan. Di banyak daerah, termasuk di sekitar kita, sinyal internet tidak selalu stabil. Ujian yang bergantung pada internet bisa terhenti di tengah jalan ketika jaringan putus, dan siswa menjadi panik.
SUCI bekerja dengan cara berbeda. Siswa mengunduh soal terlebih dahulu ketika internet menyala, misalnya beberapa menit sebelum ujian dimulai. Setelah itu, internet dimatikan dan ujian dikerjakan sepenuhnya tanpa jaringan. Jawaban tersimpan dengan aman di HP. Setelah selesai, siswa menyalakan kembali internet dan menyetor jawaban ke server. Dengan cara ini, gangguan sinyal tidak lagi mengganggu jalannya ujian, dan kuota yang dipakai pun sangat sedikit.
Bahkan bila HP tiba-tiba mati karena kehabisan baterai, jawaban yang sudah diisi tidak hilang. Setelah HP dinyalakan kembali, ujian dapat dilanjutkan dari soal terakhir dengan izin pengawas.
2. Paket Soal Acak untuk Setiap Peserta
Guru dapat menyiapkan bank soal yang lebih banyak dari jumlah soal yang diujikan, misalnya 50 soal tersedia tetapi setiap peserta hanya mengerjakan 40 soal. SUCI akan menyusun paket yang berbeda untuk setiap peserta secara otomatis. Urutan soal dan urutan pilihan jawaban juga diacak. Akibatnya, dua siswa yang duduk bersebelahan hampir pasti mendapatkan susunan soal yang berbeda, sehingga godaan untuk menyontek berkurang dengan sendirinya.
Guru tetap memegang kendali. Soal yang dianggap penting dapat ditandai sebagai soal wajib agar selalu muncul di setiap paket. Pilihan jawaban yang tidak boleh diacak, misalnya "semua jawaban benar" atau urutan angka, juga dapat dikunci urutannya.
3. Mode Fokus dan Kode Pengawas
Saat ujian dimulai, SUCI masuk ke Mode Fokus: layar dibuat penuh dan siswa diingatkan untuk tidak berpindah ke aplikasi lain. Bila siswa keluar dari aplikasi, membuka media sosial, atau membagi layar dengan aplikasi lain, ujian akan otomatis dijeda. Ujian hanya dapat dilanjutkan bila pengawas datang dan memasukkan Kode Pengawas yang bersifat rahasia.
Cara ini membuat siswa berpikir dua kali sebelum mencoba membuka contekan di HP. Pada saat yang sama, cara ini tetap manusiawi: bila siswa tidak sengaja menekan tombol, pengawas cukup memastikan keadaannya lalu membuka kembali ujiannya.
4. Catatan Pelanggaran yang Rinci
Setiap kejadian penting selama ujian tercatat lengkap dengan jamnya: kapan siswa keluar dari aplikasi, kapan internet dinyalakan di tengah ujian, kapan layar terbelah terdeteksi, dan kapan pengawas membuka jeda dengan Kode Pengawas. Catatan ini dapat dilihat oleh guru dan pengawas di halaman Monitor Peserta. Tujuannya bukan untuk menghukum, melainkan agar guru memiliki gambaran yang jujur tentang jalannya ujian dan dapat membimbing siswa dengan bijak.
5. Token dan Kode QR
Setiap ujian memiliki token berupa enam karakter yang diumumkan pengawas tepat saat ujian dimulai. Token dapat ditampilkan besar di layar proyektor lengkap dengan kode QR, sehingga siswa cukup memindai kode tersebut dengan kamera HP. Tanpa token, soal yang sudah diunduh tidak dapat dibuka, sehingga tidak ada siswa yang dapat mengintip soal lebih awal.
6. Ringan, Hemat Kuota, dan Bisa Dipasang Seperti Aplikasi
SUCI tidak perlu diunduh dari Play Store. Siswa cukup membuka ujian.ibrahim.or.id di browser Chrome, lalu memilih menu "Tambahkan ke layar utama". Setelah itu, SUCI tampil seperti aplikasi biasa di HP, lengkap dengan ikon SUCI. Ukurannya kecil, ramah untuk HP sederhana, dan karena soal hanya diunduh sekali, kuota yang dipakai sangat hemat. SUCI juga dapat dibuka di laptop dan komputer laboratorium.
Ragam Tipe Soal yang Lengkap
Kurikulum saat ini menuntut penilaian yang beragam, tidak hanya pilihan ganda biasa. SUCI menyediakan tujuh tipe soal yang dapat dicampur dalam satu ujian:
- Pilihan Ganda: satu jawaban benar, dengan pilihan yang dapat diacak atau dikunci urutannya.
- Pilihan Ganda Kompleks: jawaban benar lebih dari satu. Nilainya dapat dihitung sebagian sesuai jumlah jawaban yang tepat.
- Benar atau Salah: beberapa pernyataan yang masing-masing ditentukan benar atau salahnya.
- Pilihan Ganda Kategori: siswa mengelompokkan pernyataan ke dalam dua hingga empat kategori.
- Isian Singkat: siswa mengetik jawaban pendek. Guru dapat menuliskan beberapa jawaban yang dianggap benar.
- Menjodohkan: memasangkan pernyataan dengan jawaban yang sesuai, lengkap dengan pilihan pengecoh.
- Uraian (Esai): siswa mengetik jawaban panjang langsung di HP, lalu guru membaca dan menilainya. Untuk soal yang memerlukan gambar atau hitungan panjang, guru dapat memilih agar jawaban ditulis di lembar kertas.
Beberapa tipe soal di SUCI: (1) pilihan ganda kompleks, (2) benar atau salah, (3) menjodohkan, dan (4) uraian yang diketik langsung di HP.
Rumus Matematika, Kimia, Bahasa Arab, Gambar, dan Audio
Guru matematika dan IPA dapat menuliskan rumus matematika seperti pecahan, akar, dan pangkat, serta rumus kimia seperti H₂O dan persamaan reaksi, melalui tombol khusus di editor soal. Rumus akan tampil rapi di HP siswa, bahkan tanpa internet.
Untuk pelajaran Bahasa Arab, kitab, dan ujian diniyah pondok, SUCI mendukung tulisan Arab dari kanan ke kiri secara penuh, termasuk harakat, dengan pilihan jawaban berhuruf أ، ب، ج، د. Guru juga dapat menyisipkan gambar pada soal maupun pilihan jawaban, serta rekaman audio untuk soal menyimak (istima'). Audio ikut tersimpan di HP saat soal diunduh, sehingga tetap dapat diputar walaupun internet dimatikan.
Kiri: editor soal dengan tombol tulisan Arab, rumus matematika, rumus kimia, gambar, dan audio. Kanan: soal Bahasa Arab tampil dari kanan ke kiri di HP santri.
Langkah Mengikuti Ujian bagi Siswa dan Santri
Kami merancang SUCI agar langkah ujian sesederhana mungkin dan mudah diingat. Secara garis besar, ada tiga tahap: Unduh, Kerjakan, Setor.
Tiga tahap ujian di SUCI: unduh soal, kerjakan tanpa internet, lalu setor jawaban.
Berikut langkah-langkahnya secara rinci:
- Masuk. Buka ujian.ibrahim.or.id, lalu ketik username (NIS) dan password yang tertera di kartu login ujian.
- Unduh soal (internet menyala). Buka tab Unduh dan ketuk ujian yang akan diikuti. Tunggu hingga muncul pesan bahwa soal berhasil diunduh. Ujian akan berpindah ke tab Kerjakan.
- Matikan internet. Matikan data seluler dan Wi-Fi, atau aktifkan Mode Pesawat.
- Masukkan token. Di tab Kerjakan, ketuk ujian lalu ketik token yang diumumkan pengawas, atau pindai kode QR di layar.
- Mode Fokus. Baca petunjuknya, lalu ketuk Mulai Mengerjakan. Mulai saat ini, jangan keluar dari aplikasi.
- Kerjakan dengan tenang. Pindah soal dengan tombol panah. Tombol kotak-kotak menampilkan daftar nomor soal, sehingga terlihat soal mana yang belum dijawab. Bila ragu, tandai soal dengan tombol Ragu-ragu agar mudah diperiksa kembali.
- Selesai. Setelah semua soal terjawab, ketuk tombol centang merah dan konfirmasi. Jawaban tersimpan di HP.
- Setor jawaban (internet menyala). Nyalakan kembali internet, buka tab Setor, lalu ketuk ujian. Bila berhasil, ujian berpindah ke tab Tuntas.
Tampilan aplikasi siswa: (1) unduh soal, (2) memasukkan token, (3) Mode Fokus sebelum mulai, dan (4) mengerjakan soal.
Satu pesan penting bagi siswa dan santri: jangan keluar akun sebelum jawaban disetor, karena jawaban yang belum disetor masih tersimpan di HP. SUCI akan mengingatkan bila masih ada jawaban yang belum disetor.
Kemudahan bagi Guru dan Pembina
Kami menyadari bahwa beban guru sudah banyak. Karena itu, SUCI berusaha memudahkan pekerjaan guru, bukan menambahnya.
Membuat Ujian dalam Beberapa Menit
Guru cukup menekan tombol Ujian Baru, memilih lembaga dan mata pelajaran, mengisi nama ujian, durasi, dan nilai KKM, lalu memilih kelas peserta. Daftar mata pelajaran madrasah dan pondok sudah tersedia, mulai dari Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan SKI hingga Matematika, IPA, Tahfizh, Tajwid, Nahwu, dan Sharaf. Bila mata pelajaran yang dicari belum ada, guru dapat langsung mengetiknya.
Mengunggah Soal dari Word atau Excel
Guru yang terbiasa menyusun soal di Microsoft Word tidak perlu mengetik ulang. SUCI menyediakan template Word yang dapat diisi seperti biasa: gambar cukup ditempel, dan rumus cukup dibuat dengan menu Insert → Equation di Word. Setelah diunggah, semua soal tampil dahulu sebagai pratinjau, sehingga guru dapat memeriksa dan memilih soal mana yang akan disimpan. Template Excel juga tersedia bagi yang lebih menyukainya.
Bank Soal, Simulasi HP, dan Cetak Naskah
Soal dari ujian sebelumnya dapat diambil kembali melalui fitur Bank Soal, sehingga guru tidak perlu menyusun dari awal setiap semester. Sebelum ujian dimulai, guru dapat menekan tombol Simulasi HP untuk melihat persis bagaimana soal tampil di layar HP siswa, lengkap dengan pilihan tema gelap dan tampilan kunci jawaban. Bila diperlukan, naskah soal juga dapat dicetak dalam dua versi: naskah siswa tanpa kunci dan naskah guru dengan kunci jawaban, lengkap dengan kop lembaga dan tahun pelajaran.
Langkah Singkat Guru Menyiapkan Ujian
Bagi guru yang baru pertama kali menggunakan SUCI, berikut urutan kerja yang kami sarankan:
- Masuk ke ujian.ibrahim.or.id/admin dengan akun SIPANDAI.
- Buat ujian baru: pilih mata pelajaran, isi nama ujian, durasi, KKM, dan kelas peserta, lalu tekan Simpan dan lanjut isi soal.
- Isi soal: ketik langsung di editor, unggah dari Word atau Excel, atau ambil dari Bank Soal. Daftar nomor soal di bagian atas memudahkan guru berpindah dan memeriksa soal mana yang sudah lengkap.
- Periksa dengan Simulasi HP: lihat setiap soal persis seperti yang akan dilihat siswa, dan perbaiki bila ada tulisan yang terpotong atau gambar yang terlalu kecil.
- Atur pengacakan dan jumlah soal: tentukan berapa soal yang dikerjakan setiap peserta, serta apakah soal dan pilihan jawaban diacak.
- Serahkan kepada panitia untuk dibuka di halaman Kontrol Ujian pada hari pelaksanaan.
Editor soal SUCI: guru dapat berpindah antar nomor soal, menambahkan gambar, rumus, dan audio, lalu memeriksanya dengan Simulasi HP.
Semua langkah di atas juga dapat dilakukan dari HP. Halaman admin SUCI menyesuaikan diri dengan ukuran layar, sehingga guru dapat membuat atau memeriksa soal di sela kegiatan, bahkan ketika jauh dari laptop.
Masuk dengan Akun SIPANDAI
Guru dan pembina tidak perlu membuat akun baru. Mereka cukup masuk ke SUCI menggunakan username dan password SIPANDAI yang selama ini sudah dipakai. Bila password diganti di SIPANDAI, perubahannya langsung berlaku di SUCI.
Pengawasan Ujian yang Tertib dan Tercatat
Ujian yang baik bukan hanya soal aplikasinya, tetapi juga pengawasannya. SUCI menyediakan alat bantu lengkap bagi pengawas dan panitia ujian.
- Kontrol Ujian. Panitia membuka ujian untuk kelas tertentu dan menutupnya setelah selesai. Satu ujian dapat dibuka untuk satu kelas terlebih dahulu, lalu kelas berikutnya, tanpa mengganggu data kelas sebelumnya.
- Tayangan token. Token dan kode QR dapat ditayangkan dalam layar penuh di proyektor ruang ujian.
- Monitor Peserta. Pengawas dapat melihat siapa yang belum mengunduh soal, siapa yang sudah siap mengerjakan, dan siapa yang sudah menyetor jawaban, lengkap dengan catatan pelanggaran beserta jamnya.
- Daftar Hadir dan Berita Acara. Peserta yang sudah mengunduh soal otomatis tercatat hadir. Pengawas cukup menyesuaikan yang izin, sakit, atau alpa, mengisi catatan pelaksanaan, lalu mencetak daftar hadir dan berita acara yang siap ditandatangani.
Kiri: token dan kode QR yang ditayangkan saat ujian dimulai, beserta Kode Pengawas yang rahasia. Kanan: Monitor Peserta menampilkan status setiap siswa dan catatan pelanggarannya.
Pembagian Peran: Admin, Operator, dan Guru
Agar pekerjaan berjalan rapi dan data tetap terjaga, SUCI membagi pengguna menjadi tiga peran:
- Admin mengatur keseluruhan aplikasi: pengaturan lembaga, sinkronisasi dengan SIPANDAI, akun pengguna, dan semua ujian. Admin juga dapat melihat SUCI dari sudut pandang guru atau siswa tertentu untuk membantu ketika ada kendala, tanpa perlu meminta password mereka.
- Operator atau tata usaha membantu pengelolaan data siswa dan santri di lembaganya, termasuk melihat password login siswa dan mencetak kartu login ujian.
- Guru dan pembina fokus pada tugas mengajar: membuat soal, membuka ujian, mengawasi, dan menilai. Guru tidak dapat melihat password siswa, sehingga kerahasiaan akun siswa lebih terjaga.
Peran setiap akun diatur otomatis berdasarkan data di SIPANDAI, dan bila perlu dapat disesuaikan oleh admin. Dengan pembagian ini, setiap orang memiliki akses sesuai kebutuhan tugasnya, tidak lebih dan tidak kurang.
Penilaian Otomatis dan Analisis Hasil
Begitu jawaban disetor, SUCI langsung menghitung nilai untuk semua tipe soal objektif. Guru tidak perlu lagi mencocokkan lembar jawaban satu per satu.
Untuk soal uraian, SUCI menyediakan halaman Koreksi Uraian yang disusun per soal. Guru membaca jawaban setiap siswa untuk satu soal, mengisi skornya, lalu menyimpan. Cara ini membuat penilaian lebih adil dan konsisten, karena guru membandingkan jawaban yang sama secara berurutan. Begitu skor uraian diisi, nilai akhir siswa langsung diperbarui.
Setiap ujian memiliki nilai KKM. Di daftar nilai, setiap siswa diberi keterangan Tuntas atau Remedial, sehingga guru dapat segera merencanakan program perbaikan. Seluruh nilai dapat diunduh dalam format Excel untuk keperluan rapor.
SUCI juga menyediakan analisis soal: tingkat kesukaran setiap butir soal dan sebaran jawaban siswa. Dari sini guru dapat mengetahui soal mana yang terlalu mudah, terlalu sulit, atau perlu diperbaiki untuk ujian berikutnya. Inilah salah satu manfaat terbesar ujian berbasis aplikasi: setiap ujian menjadi bahan belajar bagi guru maupun siswa.
Kiri: daftar nilai otomatis dengan keterangan Tuntas atau Remedial sesuai KKM. Kanan: koreksi uraian per soal yang memudahkan guru menilai secara adil.
Terhubung dengan SIPANDAI
Yayasan Ibrahim La Useng telah lebih dahulu memiliki SIPANDAI (santri.ibrahim.or.id), sistem pemantauan data dan aktivitas santri. SUCI terhubung langsung dengan SIPANDAI, sehingga data tidak perlu diketik dua kali.
- Data santri, kelas madrasah, dan halaqah tahfizh diambil otomatis dari SIPANDAI. Santri baru langsung dapat mengikuti ujian. Santri yang pindah kelas mengikuti kelas barunya. Santri yang sudah tidak aktif otomatis dinonaktifkan, sementara nilai lamanya tetap tersimpan.
- Akun guru, pembina, dan tenaga kependidikan juga mengikuti SIPANDAI, termasuk lembaga tempat mereka bertugas.
- Foto santri dari SIPANDAI tampil di aplikasi siswa, di kartu login, dan di halaman Monitor Peserta, sehingga pengawas dapat mencocokkan wajah peserta dengan mudah.
Hubungan ini bersifat hanya membaca: SUCI mengambil data dari SIPANDAI, tetapi tidak pernah mengubah data di SIPANDAI. Dengan begitu, SIPANDAI tetap menjadi sumber data utama yang terjaga.
Manfaat bagi Lingkungan, Waktu, dan Keuangan
Peralihan dari ujian kertas ke ujian digital membawa manfaat yang terasa nyata. Setiap kali ujian akhir semester, ribuan lembar kertas biasanya dibutuhkan untuk naskah soal dan lembar jawaban. Dengan SUCI, kebutuhan tersebut berkurang jauh. Kertas hanya dipakai seperlunya, misalnya untuk daftar hadir, berita acara, dan soal uraian yang memang memerlukan lembar tulis. Ini adalah bagian kecil dari upaya menjaga amanah alam yang Allah titipkan kepada kita.
Dari sisi waktu, guru tidak perlu lagi menggandakan soal, membagikan lembar jawaban, dan mengoreksinya satu per satu. Waktu yang tersisa dapat dipakai untuk hal yang lebih penting: membimbing siswa yang belum tuntas, menyiapkan pembelajaran yang lebih baik, dan memperhatikan perkembangan akhlak anak didik.
Dari sisi keuangan, karena SUCI adalah milik yayasan sendiri, tidak ada lagi biaya sewa aplikasi yang harus dibayar setiap tahun. Dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang langsung dirasakan oleh santri, seperti sarana belajar dan kegiatan pembinaan.
Penerapan Secara Bertahap
Kami memahami bahwa setiap perubahan memerlukan waktu untuk dibiasakan. Karena itu, SUCI diterapkan secara bertahap. Para guru dan pembina terlebih dahulu dikenalkan dengan cara membuat ujian, mengunggah soal, dan menggunakan Simulasi HP. Selanjutnya, SUCI dipakai untuk ujian berskala kecil seperti ulangan harian dan latihan soal, agar siswa dan santri terbiasa dengan alur Unduh, Kerjakan, Setor. Setelah semua pihak merasa nyaman, barulah SUCI dipakai untuk ujian yang lebih besar seperti penilaian tengah dan akhir semester.
Selama masa penerapan ini, setiap kendala yang ditemukan di lapangan akan dicatat dan diperbaiki. Beberapa fitur yang kini ada di SUCI, seperti tipe soal benar atau salah, menjodohkan, isian singkat, dan uraian yang diketik langsung di HP, justru lahir dari usulan para guru sendiri. Kami berterima kasih atas setiap masukan tersebut, dan pintu untuk usulan baru akan selalu terbuka.
Keamanan dan Perlindungan Data
Data anak-anak adalah amanah. Kami berusaha menjaganya dengan sungguh-sungguh melalui beberapa langkah berikut:
- SUCI dipasang di server milik yayasan, bukan di layanan pihak lain.
- Semua akses menggunakan koneksi terenkripsi (HTTPS).
- Password guru dan admin disimpan dalam bentuk teracak satu arah, sehingga tidak dapat dibaca oleh siapa pun.
- Hak akses dibagi sesuai peran. Guru hanya melihat ujian dan siswa di lembaganya, dan password login siswa hanya dikelola oleh admin dan operator/tata usaha.
- Bila password salah dimasukkan berulang kali, akun ditahan sementara untuk mencegah upaya menebak password.
- Pada saat ujian, soal yang tersimpan di HP terkunci dengan token, sehingga tidak dapat dibuka sebelum waktunya.
Tips Sukses Ujian bagi Siswa dan Santri
Kami ingin setiap siswa dan santri menghadapi ujian dengan tenang dan percaya diri. Berikut beberapa tips sederhana:
- Datang lebih awal dan unduh soal sebelum ujian dimulai, selagi internet di ruang ujian masih lancar.
- Isi baterai HP pada malam sebelumnya. Bawa pengisi daya bila diperbolehkan oleh panitia.
- Tutup aplikasi lain sebelum memulai ujian, agar notifikasi tidak muncul dan Mode Fokus tidak terganggu.
- Baca soal dengan teliti. Perhatikan tipe soalnya: apakah jawaban benar hanya satu, lebih dari satu, atau harus dipasangkan.
- Kerjakan yang mudah terlebih dahulu. Tandai soal yang sulit dengan tombol Ragu-ragu, lalu kembali setelah soal lain selesai.
- Perhatikan sisa waktu yang tampil di bagian atas layar. Ketika waktu habis, jawaban yang sudah diisi tetap tersimpan.
- Jangan lupa menyetor jawaban segera setelah selesai dan internet dinyalakan kembali.
- Awali dengan doa dan niatkan ujian sebagai ibadah. Hasil terbaik lahir dari usaha yang sungguh-sungguh dan hati yang jujur.
Pesan untuk Orang Tua dan Wali Santri
Keberhasilan ujian berbasis HP juga bergantung pada dukungan orang tua dan wali santri. Kami memohon kerja samanya dalam beberapa hal sederhana berikut:
- Pastikan HP anak dalam keadaan baik, baterai terisi penuh pada hari ujian, dan tersedia sedikit ruang penyimpanan.
- Pastikan browser Chrome di HP sudah diperbarui.
- Bantu anak menyimpan kartu login ujian dengan baik, dan ingatkan agar tidak memberitahukan password kepada teman.
- Tanamkan kepada anak bahwa kejujuran lebih berharga daripada nilai. Nilai yang jujur adalah cermin kemampuan yang sesungguhnya, dan dari situlah perbaikan dapat dimulai.
Bagi santri yang tinggal di asrama dan tidak membawa HP, ujian tetap dapat dilaksanakan menggunakan perangkat yang disediakan pondok atau di laboratorium komputer, sesuai pengaturan panitia masing-masing lembaga.
Tanya Jawab Seputar SUCI
Apakah SUCI harus diunduh dari Play Store?
Tidak. SUCI dibuka melalui browser di alamat ujian.ibrahim.or.id. Agar lebih praktis, pilih menu "Tambahkan ke layar utama" di Chrome, sehingga SUCI tampil seperti aplikasi.
Apakah ujian membutuhkan internet terus-menerus?
Tidak. Internet hanya dibutuhkan saat mengunduh soal dan saat menyetor jawaban. Selama mengerjakan, internet justru dimatikan.
Bagaimana jika HP mati di tengah ujian?
Jawaban yang sudah diisi tersimpan di HP. Setelah HP dinyalakan kembali, buka SUCI, lalu ujian dapat dilanjutkan setelah pengawas memasukkan Kode Pengawas. Waktu ujian tetap berjalan sesuai jadwal.
Bagaimana jika siswa lupa password?
Siswa dapat menghubungi wali kelas, operator, atau tata usaha. Mereka dapat melihat password pada data siswa dan mencetak ulang kartu login.
Apakah siswa bisa melihat nilainya?
Bisa, bila guru mengizinkan. Guru dapat memilih apakah nilai langsung ditampilkan kepada siswa setelah jawaban disetor atau diumumkan kemudian.
Apakah santri yang juga siswa MTs atau MA perlu dua akun?
Tidak. Cukup satu akun untuk mengikuti ujian madrasah maupun ujian pondok.
Apakah soal dapat bocor sebelum ujian?
Soal yang sudah diunduh terkunci dan hanya dapat dibuka dengan token yang diumumkan pengawas tepat saat ujian dimulai. Selain itu, setiap peserta mendapatkan paket soal yang susunannya berbeda.
Apakah SUCI bisa dipakai di laptop atau komputer?
Bisa. Di layar komputer, SUCI menampilkan tata letak yang lebih lebar dan nyaman, sehingga cocok untuk ujian di laboratorium komputer.
Siapa yang dapat dihubungi bila ada kendala?
Silakan menghubungi wali kelas, pembina halaqah, atau panitia ujian di masing-masing lembaga. Untuk pertanyaan umum, pesan juga dapat dikirim melalui halaman kontak di website ini.
Penutup
Kehadiran SUCI adalah satu langkah kecil dalam ikhtiar besar Yayasan Ibrahim La Useng untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, mandiri, dan berakhlak. Sebagai pesantren tahfiz di Sidrap yang menaungi madrasah tsanawiyah dan aliyah, kami ingin teknologi menjadi pelayan bagi nilai-nilai Islam, bukan sebaliknya. Kami ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi penghafal Al-Qur'an yang cakap teknologi, dan terlebih lagi generasi yang jujur di mana pun mereka berada, baik ketika diawasi maupun tidak.
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para asatidz, guru, pembina halaqah, dan tenaga kependidikan yang telah meluangkan waktu untuk mencoba SUCI, memberi masukan, dan bersabar selama masa penyesuaian. Terima kasih pula kepada para orang tua dan wali santri yang senantiasa mendukung setiap langkah pembaruan di lingkungan yayasan. Tanpa kerja sama semua pihak, aplikasi secanggih apa pun tidak akan memberi manfaat. SUCI hanyalah alat; yang menjadikannya bermakna adalah niat baik dan kesungguhan kita bersama dalam mendidik generasi Qur'ani yang jujur dan amanah.
Tentu SUCI masih akan terus disempurnakan. Masukan dari para guru, siswa, santri, dan orang tua sangat kami harapkan agar aplikasi ini semakin bermanfaat. Semoga Allah Ta'ala memberkahi ikhtiar ini dan menjadikannya amal jariyah bagi semua yang terlibat.
Jujur dalam ujian, bersih dalam hati.
Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq.