by

Kunjungan Sayyid Sholeh Jamalullail di PPTQ. Ibrahim

-Pesantren-40 views

Kunjungan Sayyid Sholeh Jamalullail di PPTQ. Ibrahim

Sidrap – Jum’at, 23 April 2021 Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an kedatangan Tamu Mulia Habib Sholeh bin Hamzah Jamalullail dari Jakarta dalam Agenda Kegiatan Safari Dakwah dan Kemanusiaan DPP BKPRMI di Kabupaten Sidenreng Rappang. Untuk Agenda di Kab. Sidrap dimulai pada hari kamis, 22 April 2021 sampai hari Sabtu 24 April 2021.

 

Dalam rangkaian kunjungannya di PPTQ. Ibrahim, Habib Sholeh memberikan Tausiyahnya Ba’da Ashar dengan mengangkat tema Pentingnya Menjunjung Tinggi Ilmu Pengetahuan. Dalam Tausiyahnya Habib Sholeh memulai dengan salah satu riwayat bahwa Suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumah. Ia menuju Masjid Nabawi tercinta di Madinah. Di dalam masjid, Rasulullah SAW mendapati dua majelis para sahabat yang berbeda aktivitasnya.

Pada majelis pertama, sekelompok sahabat di satu sisi masjid berzikir menyebut asma Allah. Mereka juga memohon kepada-Nya untuk memenuhi hajat mereka. Sedangan pada majelis yang berbeda, sekelompok sahabat lainnya di sisi lain masjid mempelajari fiqih. Mereka melakukan kajian perihal ketentuan agama dan hukum Islam. “Kedua majelis ini sama-sama baik. Tetapi majelis yang satu lebih utama,” kata Rasulullah SAW sambil menunjuk kepada majelis taklim. Mereka, kata Rasulullah SAW sambil menunjuk kepada majelis zikir, berdoa dan berharap kepada Allah SWT. Jika Allah menghendaki, Dia akan mengabulkan permohonan mereka. Tetapi jika Allah berkehendak lain, Dia tidak memenuhi permintaan mereka. Adapun mereka, kata Rasulullah SAW menunjuk majelis taklim di sisi lain masjid, tengah belajar (ketentuan agama). Mereka juga mengajarkan orang-orang yang awam.

“Sungguh, aku hanya diutus sebagai muallim (guru pengajar). Mereka ini yang lebih utama,” kata Rasulullah SAW kepada sejumlah sahabat yang mendekatinya. Rasulullah SAW kemudian melangkah mendekati majelis taklim. Rasulullah SAW kemudian duduk dan bergabung bersama mereka yang membicarakan halal dan haram (fiqih). * Riwayat ini dikutip oleh Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya (Indonesia, Al-Haramain Jaya: tanpa tahun), halaman 82. Wallahu a’lam.

Habib menyampaikan kepada jemaah yang hadir terutama bagi santri PPTQ Ibrahim untuk mempelajari ilmu dengan niat untuk diamalkan, lebih tinggi lagi setelah diamalkan yaitu diajarkan.

منطلب العلم للعمل وفقه الله ومن طلب العلم لغير العمل يزداد بالعلم فخرا

Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan)” (Hilyatul Auliya’, 2: 378).

 Ilmu yang Kita Ajarkan Tidak Akan Berkurang, Melainkan Akan Semakin Bertambah

Dipelajaridiamalkan, dan diajarkan adalah fungsi ilmu sebenarnya. Seorang pelajar tidak cukup hanya mempelajari ilmu tanpa mengamalkannya. Begitu pula, tidak cukup hanya dengan dipelajari dan diamalkan tanpa diajarkan. Dengan diajarkan ilmu akan semakin bertambah dan berkembang, bukan semakin berkurang.

Seusai Tausiyah kepada Jamaah dan Santri, Habib Sholeh bincang-bincang santai dengan Ketua Yayasan dan Pimpinan Pondok bertukar pikiran tentang pengelolaan Pondok. Seperti yang kita ketahui bahwa Habib Sholeh juga merupakan Pengasuh di Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Al-Khairiyyah yang terletak di Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ponpes Sunniyah Salafiyah Al-Khairiyyah Didirikan oleh Al Habib Ali Bin Abdulaziz Bin Jindan.

Comment

Leave a Reply

News Feed