by

Taubatan Nasuha dalam menghadapi wabah Covid 19.

Pentingnya Amalan Taubatan Nasuha (Taubat Sesungguhnya) di kehidupan sehari-hari terutama dalam menghadapi wabah Covid 19. Dan Rahasia Istigfar yaitu membacanya dengan penuh “Penyesalan” dan tidak mengulangi perbuatan dosa.

Hakikat taubat nasuha

“Taubat Nasuha itu adalah engkau membenci dosamu sebagaimana dulu engkau pernah menyukainya, engkau meminta ampun atas dosa tersebut setiap kali engkau teringat dengannya.” (Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, Tafsir Ibnu Katsir 8/169)

 

  1. Mengikuti Sunnah Rasul

Abu Hurairah ra, berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristigfar) dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali (HR. Bukhari)

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya (taubatan nasuhaa), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahrim: 8)

 

  1. Menambah Kekuatan, Alam pun terpengaruh oleh istigfar. Hasilnya, hujan mudah turun dan bencana dijauhkan

“Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”

Ibu Shahib berkata, “Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istigfar,’ Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istigfar.’ Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa belum punya anak, ia berkata, ‘Perbanyaklah istigfar.” (Kitab Fathul Bari: 11/98)

 

  1. Meninggikan derajat orang tua

Hadits Qudsi ini bisa jadi solusinya.

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata, ‘Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata, karena istigfar anakmu untukmu.” (HR. Ahmad dengan sanad Hasan)

 

  1. Meredam Azab, Bala, dan Bencana

Allah berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)

Ngomong-ngomong masalah bencana. Belakangan ini, seluruh dunia sedang diuji dengan wabah Covid-19. Alangkah indahnya jika ada Gerakan Nasional Indonesia Beristigfar. Yang tentunya digaungkan di setiap pelosok desa, kota, setiap provinsi, dan kemudian dari saband sampai merauke, beristigfar memohon ampun kepada Allah. Insya Allah negeri ini akan terbebas dari Bala dan Bencana.

 

  1. Memperbaiki karakter

Istigfar ternyata juga bisa membuat karakter seseorang menjadi lebih baik dan bijak.

Seorang ulama berkata, “Tiada orang yang arif (bijak) itu ada enam.

  • Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga.
  • Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina.
  • Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia mengambil pelajarannya
  • Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya.
  • Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira
  • Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristigfar.” (Kitab Yanbihul Ghafilin: 67)

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang pun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristigfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.” (HR. Ahmad)

 

  1. Menjadi orang yang beruntung.

Mungkin kita pernah mendengar istilah, orang yang pintar, akan kalah oleh orang yang beruntung.”

Nah, pertanyaannya? Bagaimana cara jadi manusia yang beruntung?

Allah berfirman, “Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

“Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istigfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.” (HR. Bukhari)

 

  1. Membuat Setan Kecewa dan Berputus Asa

Ini yang namanya, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”.

Melazimkan istigfar tak hanya membuat dosa kita diampuni oleh Allah Swt. Tapi juga melancarkan rezeki dan berbagai manfaat lainnya. Sekaligus senjata yang paling ampuh untuk mengalahkan setan seketika.

Sesungguhnya setan telah berkata, “Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hambaMu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya, “Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristigfar) kepadaKu.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)

Ali bin Abi Thalib pernah didatangi oleh seseorang dan berkata, “Saya telah melakukan dosa,” “Bertobatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi,” kata Ali.

Orang itu menjawab, “Saya telah bertobat, tapi setelah itu saya berdosa lagi.” Ali berkata, “Bertobatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi.”

Orang itu bertanya lagi, “sampai kapan?” Ali menjawab, “Sampai setan berputus asa dan merasa rugi.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 73)

 

  1. Membersihkan Hati

Rasulullah saw., bersabda, “Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Ketika ia bertobat, meninggalkannyadan beristigfar, maka bersihlah hatinya.” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi)

 

  1. Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah

Di mata manusia, kalau orang sudah bersalah, maka dia akan dicap sebagai manusia hina selamanya. Bahkan ada stigma di kalangan para narapidana yang mengatakan “Hukuman di luar penjara jauh lebih berat daripada di penjara.” Itu karena manusia sering kali tak bisa lagi menilai baik orang yang pernah bersalah di masa lalunya.

Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertobat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim)

Predikat “Menjadi sebaik-baiknya Orang yang Bersalah” adalah predikat yang unik juga rasanya. Menarik, bukan? Hehehe….

 

  1. Mendapat Balasan Surga dan Dijauhkan dari Neraka.

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.

Lihat…? istigfar mendapatkan balsan surga.

Sekaligus juga dijauhkan dari neraka. Lihat hadits ini.

Hudzaifah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku. Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan aku masuk neraka.” Kemudian Nabi saw., bersabda, “Di mana posisimu terhadap istigfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristigfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam.” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, Al-Hakim dan dishahihkannya)

Ada yang beranggapan juga bahwa Neraka dan Surga itu punya wujud di dunia.

Kesenangan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan, lancarnya persoalan, kemudahan. Itu semua adalah surganya dunia. Sementara kesulitan, masalah, musibah, ruwetnya persoalan, kendala, rintangan, dan sempitnya pikiran. Itu semua adalah nerakanya dunia.

Maka istigfar pun bisa menjadi kekuatan yang bisa menghindarkan kita dari nerakanya dunia, dan mendekatkan pula kepada surganya dunia.

Ini baru yang disebut dobel untung. Sepakat?

 

  1. Mengusir Kesedihan

Anda masih sering galau dan sedih?

Ternyata istigfar juga bisa menjadi obatnya.

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristigfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud, Ibnui Majah, dan Ahmad)

 

  1. Bertambah Kesejahteraannya dan Lancar Rezekinya.

Rasulullah saw., bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah)

 

  1. Melapangkan Kesempitan.

Rasulullah saw., bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristigfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan untuk setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

 

  1. Dosa-Dosa diampuni

Rasulullah saw., bersabda, “Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga, Maka beristigfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya).” (HR. Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

 

  1. Dicintai Allah.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Rasulullah saw., bersabda, “Orang yang bertobat adalah kekasihnya Allah. Orang yang bertobat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah)

 

  1. Membuat Allah gembira

Sebagaimana kata Rasulullah saw., berikut:

“Sungguh Allah lebih gembira dengan tobat hamba-Nya seperti kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Teringat tulisan seorang guru yang berbunyi.

“Ternyata membahagiakan-Mu, tidak sesulit membahagiakan makhluk-Mu.”

 

Mungkin kita juga pernah membaca atau mendengar sebuah kisah Dahsyatnya Istigfar seorang penjual roti yang senantiasa dipenuhi hajatnya (lantaran wasilah istigfar) dan bertemu dengan Imam Hambal.

Comment

Leave a Reply

News Feed