Alam Semesta

No comment 608 views

Alam adalah segala yang ada di langit dan di bumi. Demikian antara lain pengertian kebahasaannya. Sementara ilmuwan menyatakan bahwa alam semesta adalah kosmos yakni ruang angkasa serta semua benda langit yang terdapat di dalamnya. Menurut definisi ilmu agama, ‘alam/alam adalah segala sesuatu selain Allah swt. Alam bukan saja benda-benda angkasa, atau bumi dan segala isinya, tetapi juga yang terdapat antara keduanya, bahkan semua yang maujud, baik yang telah diketahui manusia maupun yang belum mereka ketahui. Kata itu seakar dengan kata ‘alamah/alamat. Alamat adalah sesuatu yang menjelaskan sesuatu selainnya. Jika tidak jelas, maka ia tidak wajar bahkan tidak dinamai alamat. Alam semesta adalah alamat yang sangat jelas menunjuk Tuhan, Penciptanya yang aha Esa, Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui.

Alam raya tidak dapat dibayangkan betapa luasnya. Para ilmuwan memperkirakan luasnya dengan ukuran jutaan tahun cahaya. Sementara ilmuwan menyatakan bahwa paling jauh yang diketahui manusia adalah 15 biliun tahun cahaya. Pada jarak itu ditemukan banyak super gugus galaksi yang jumlahnya tak terhitung. Di luar jarak itu, belum atau-boleh jadi- tidak dapat dijangkau oleh pengetahuan manusia. Bintang yang paling dengkat dengan matahari jauhnya sekitar 4.3 tahun cahaya dari bumi. Satu tahun cahaya diperkirakan sama dengan 10 triliyun km. Matahari dan semua bintang yang dapat kita lihat di bumi terdapat dalam apa yang dinamakan Bimasakti yang merupakan satu galaksi atau tata bintang. Planet tatasurya kita pada alam raya ini dapat diibaratkan dengan sebiji kacang di tengah lapangan sepak bola. Di seluruh alam raya terdapat miliaran galaksi dan masing-masing galaksi bergerak saling menjauhi dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Alam raya diperkirakan berumur antara 10 sampai 15 billiun tahun. Sedang batu-batuan bumi yang tertua diperkirakan terbentuk sekitar 4.6 billiun tahun. Ini serupa dengan hasil penelitian batu-batu bulan dan aneka benda angkasa yang terjatuh ke bumi. Bekas-bekas kehidupan di bumi, yang tertua diperkirakan sekitar 3.800 milliun tahun, Jika demikian, masa penyiapan bumi untuk dapat dihuni makhluk hidup, adalah sekitar 800 milliun tahun. Kehidupan makhluk yang bernama manusia diperkirakan baru sekitar 100.000 tahun.

Banyak ilmuwan percaya bahwa alam raya ini masih terus berkembang dan berkembang. Ini dikenal dengan teori ekspansi. Menurut teori tersebut, nebula di luar galaksi tempat kita tinggal, menjauh dari kita dengan kecepatan yang berbeda-beda. Bahkan benda-benda langit dalam satu galaksi pun saling menjauh satu sama lain.

Sementara ilmuwan muslim menunjuk firman-Nya dalam QS. adz-Dzariyat [51]: 47 tentang hakikat ilmiah ini. Di sana Allah berfirman:

“Dan langit Kami bangun dengan ‘tangan-tangan’ Kami, dan sesungguhnya Kami benar-benar Maha Meluaskan. ”

Ya, Dia meluaskan dalam arti mengembangkannya dengan jalan menjadikannya saling menjauh satu sama lain.

Banyak teori yang dikemukakan para pakar tentang asal muasal terciptanya alam raya. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia tercipta akibat dentuman besar yang terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Menurut teori ini, sebelum terbentuk seperti sekarang, alam raya merupakan kumpulan sejumlah besar kekuatan atom-atom yang saling berkaitan dan di bawah tekanan sangat kuat yang hampir tidak dapat dibayangkan oleh akal. Semua benda langit yang ada sekarang beserta kandungan-kandungannya, termasuk tatasurya dan bumi sebelumnya terakumulasi sangat kuat dalam bentu bola yang lan-jannya tidak lebih dari 3.000.000 mil. Cairan atom pertamanya berupa ledakan dahsyat yang mengakibatkan tersebarnya benda- benda alam raya ke seluruh penjuru, yang berakhir dengan terciptanya berbagai benda langit yang terpisah, termasuk tatasurya dan bumi.

Sementara ilmuwan muslim mengukuhkan teori di atas dengan merujuk kepada firman-Nya dalam QS. al-Anbiya’ [21]: 30 yang menyatakan:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak melihat bahwa langit dan bumi keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya.”

Apapun yang mengakibatkan terbentuknya alam raya, namun yang pasti ia sangat-sangat besar dan hebat dan tidak mungkin tercipta secara kebetulan. Di sana bahkan melalui rincian perjalanannya Anda dapat menemukan Allah swt, karena Dia memang selalu “Hadir di mana-mana.”

Menurut sementara ilmuwan, suatu saat nanti, alam raya tidak lagi mengambang. Ia mengerut dan kembali menyatu seperti semual. Kalau peristiwa ledakan dahsyat yang mengkibatkan terbentuknya aneka planet dan berpisahnya langit dan bumi, dinamai Big Bang, maka pengkerutan dan penyatuan itu dinamai Big Crunch. Boleh jadi ketika itulah kiamat terjadi.

Ada siklus di alam raya yang tidak mungkin diatur sedemikian rupa dan tidak juga dapat berjalan sedemikian konsisten kecuali oleh pengaturan Dia Yang Maha Kuasa itu. Semua makhluk hidup memerlukan nutrien kimia yang mencakup karbon, oksigen, nitrogen, air serta unsur-unsur seperti tembaga dan zink. Beberapa bagian dari siklus nutrien terjadi dalam hitungan detik, sementara lainnya memerlukan ribuan tahun. Demikian pengaturan Allah swt.

Pada Kamis, tanggal 26 Syawal 1422 H/10 Januari 2002 M, koran terkemuka Mesir mengutip siaran CNN di Amerika yang menyatakan bahwa ada sebuah benda langit (planet) yang beredar dekat bumi kita dalam jarak yang sangat dekat sehingga menimbulkan kekhawatiran. Pada tanggal 7 Januari 2002 benda langit tersebut telah berada sedemikian dekat ke bumi kita. Tetapi untung saja, dia melanjutkan peredarannya di angkasa sebelum ditangkap oleh daya tarik bumi. Para ilmuwan baru berhasil mendeteksi adanya benda langit itu beberapa minggu yang lalu dalam perjalanannya menuju ke bumi. Mereka menamainya 2001 Y.B.- 5. Besarnya antara 300 sampai 400 meter. Kalau seandainya ia menabrak bumi, maka kekuatan yang diakibatkannya dapat menghancurkan satu negara yang wilayahnya tidak terlalu besar dan tidak pula kecil.

Demikian salah satu contoh kecil dari kehadiran dan pemeliharaan Allah terhadap alam raya.

Manusia harus sadar bahwa ia adalah makhluk sangat kecil dibanding dengan alam raya ini.

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”(QS. Ghafir[40]: 57).

Memandang langit atau bumi, dengan pandangan biasa saja bersama sedikit kesadaran, sudah cukup untuk mengantar manusia mengetahui’ bahwa dia adalah makhluk yang kecil dan kecil, bahkan dia abalah nol besar di sisi Allah swt. Lebih-lebih jika manusia mengetahui sekelumit dari hakikat alam raya ini. Bumi tempat manusia berpijak hanyalah setetes dari samudra ciptaan Allah. Matahari yang cahayanya menyilaukan mata itu, dan yang menjadi sumber kehangatan bahkan hidup makhluk di bumi ini hanyalah satu dari seratus juta matahari dalam satu galaksi yang terdekat, dari jutaan lainnya yang ada.

Banyak yang dapat dipelajari manusia dari alam, salah satu di antaranya adalah keterkaitan dan keharmonisan itu. Sungai-sungai mengairi tumbuhan, hutan membendung banjir, matahari tak jemu- jemunya memberi kehangatan, air yang menguap akibat matahari dikembalikan oleh kerja sama awan dan angin. Kerja sama yang luar biasa indahnya!.

Dapatkah kita menemukan Allah di sekeliling kita dan dapatkah kita mengambil pelajaran dari semua itu? Semoga, Wa Allah A’lam.

Dikutip dari M. Quraish Shihab – Dia Di mana-mana.

author
No Response

Leave a reply "Alam Semesta"